SPAIN TRIP: Second Day (Granada)

Hari kedua, 18 Desember 2011.


Hari ini kami sampai di Granada pukul 9 pagi. Bandara memperkenalkan kami dengan Granada yang dingin. Kami ke toilet dan istirahat sebentar. Ternyata kami tidak tahu kalau bis yang membawa penumpang dari airport menuju city center hanya ada stiap jam kedatangan pesawat, walhasil kami ketinggalan bis dan harus menunggu 4 jam utk mendapatkn bis selanjutnya. Kami tidak mau membuang waktu, satu2nya jalan utk mencapai pusat kota adalah dengan taksi. Kami memutuskan utk langsg menuju hostel, utk beristirahat sebentar dan menyimpan barang bawaan. 7.625 euro harus kami bayarkan utk taksi, jauh dari 3 euro utk bis. Tapi memang ternyata bandara ini memang jauh dr pusat kota.

Selama perjalanan tidak banyak obrolan antara kami dgn supir taksi ini, krna memang dia tidak bisa bhsa inggris. Tapi dia terlihat baik, berusaha tetap menunjukkan mana city center, dan menjelaskan seadanya. Ternyata memang hostel yang kami sewa malam ini berada di bukit, cukup sulit awalnya bagi kami utk menemukan letaknya. Sopir taksi ini dgn baik hati meneleponkan hostel utk kami, mencoba membantu mencari. Terima kasih, memang tidak semua stranger itu jahat. Setelah cukup lama mencari, akhirnya kami menemukan dan sampai di hostel dengan bantuan pemilik hostel. Pertama melihat, saya agak ragu apakah ini hostel atw bukan karena memang beda dgn hostel sblmnya yg saya tinggali di Amsterdam. Kami registrasi dan diberikan kunci kamar. Ternyata benar ini memang hostel, kamar kami sudah termasuk dapur dan kamar mandi di dalamnya. Yaaaay, ditambah view dari kamar kami sangat indah, saya senang dengan hostel ini. Kami bisa melihat pemandangan Alhambra dan bagian bawah kota.

Tidak sabar melihatnya saat malam.

Kami istirahat sebentar, bersih2, dan membuka perbekalan. Cukup istirahatnya hanya sbntr, pemilik hostel memberikan peta kota dan menunjukkan beberapa tmpt yang bagus untuk dikunjungi.

Kami harus segera menuju pusat kota, karena sudah ada Mas Ihsan (kenalan mas Arinto juga) yang menunggu kami di sana, dan akan menjelaskan kami ttg Granada dan membantu kami di sini. Kejadian buruk memang Allah yang telah menentukan, saat berjalan dari hostel, teman saya, Tazzy, mengalami musibah. Dia tnpa sadar menginjak pecahan kaca di jalanan. Salah satu telapak kakinya luka, karena pecahan tadi menembus sepatu dan kaos kakinya. Dipinggir jalan ini kami bersama berusaha membantunya mengobati lukanya, dengan meminta plester dan antiseptik ke pemilik hostel. Banyak turis yang lewat dan empati dgn kami, mereka menanyakan apa yang trjadi (sprtiny) dgn bahasa Spanyol.

 

Saya senang, mereka care dengan kami, bhkan ada yg menawarkan utk memanggilkan taksi. Memang akan ada orang baik, tidak hanya orang jahat. 

saya sempat terharu, perjalanan Spanyol ini tidak akan kami lupakan. Pengalaman buruk yang masing2 kami lewati membuat saya merasa kami saling membantu dan mendukung, menghibur kesedihan.  

http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif

Setelah memasang perban di kaki Teh Tazy, kami melanjutkan perjalanan ke pusat kota. Tidak terlalu jauh, hanya saja jalanan kaki bukit yang tidak mudah. Di sepanjang jalan banyak restoran dan toko bertema gipsi. Di Plaza avenue kami bertemu Mas Ihsan dan Mas Lala, mahasiswa PhD di Granada ini. Mas Ihsan sudah 3.5 tahun tinggal di sini dan sudah sangat fasih berbahasa spanyol, sdgnkan mas Lala baru 1 bulan. 

Mereka mengajak kami makan di sebuah resto tidak jauh dari sana, kami dipesankan masing2 secangkir coklat dan curos. Kalau orang bandung pasti tau cakue, curos ini seperti cakue hanya rasanya manis, di makan dengan dicocolkan ke coklat. Kami ngobrol2 dan berfoto, mas Ihsan berbagi cerita juga ttg pengalaman kecopetan, dan membagi cerita ttg Sevilla, Cordoba dan Madrid, tiga kota yang akan kami datangi selanjutnya.

Setelah makan, kami diajak ke Katedral pusat kota, dan ditunjukkan bangunan yang dulunya adalah madrasah di sana. Karena mereka ada perlu ke Fakultas, jadi kami harus berkeliling kota sendiri. Tapi Mas Ihsan berjanji akan menemani kami lagi malam nanti, jam 7 bertemu di Katedral. Kami berempat berkeliling kota dan berfoto. Menikmati suasana Granada yang cukup berbeda dengan Barcelona. Jam 3 kami kembali ke hostel, sudah cukup lelah dan ingin beristirahat. Dua teman saya memutuskan tidur, sdgnkan saya dan teh Tazy berjalan2 untuk mencari Michele Saint Nicholas dan Albaicin. 

Dengan berbekal peta, kami mencari jalan ke sana, tapi karena sepertinya salah jalan jadi kami berfoto2 saja. Di sini di mana2 banyak anjing.. Ahahaa..

Jam 6 kami kembali ke Plaza Avenue, jajan dan makan snack sambil menunggu dua teman lain. 
Sekitar jam 7, kami berempat sudah berkumpul dan bertemu juga dengan Mas Ihsan. Kami diajak utk ke Masjid pusat di Granada ini, berlokasi di Albaicin, tmpt yg tadi sore saya dan Teh Tazy cari. Satu hal yang kami baru sadari, ternyata Albaicin adalah kompleks, bukan nama satu bangunan. Kami naik mini bus dan sampai dlm wktu krg dr stengah jam.

Utk pertama kalinya bagi saya menemukan mesjid di belahan Eropa selama di sini. Dan masjid ini cukup besar, indah dengan pemandangan malam dan tamannya. Kami shalat isya, pas sekali saat datang saat adzan isya. Ambil wudhu, lalu shalat berjamaah. Indah rasanya, tenang, sudah lama saya tidak merasakan shalat berjamaah di mesjid. Terakhir ada shalat berjamaah di KBRI dan saat pengajian bulan Desember, saat saya sedang berhalangan. Setelah shalat pengurus masjid ngobrol dengan Mas Ihsan dan memberikan flyer ttg Islam di Granada. Kami hanya bisa tersenyum melihat mereka, karena tidak ada satupun dari kami yang mengerti bahasa spanyol. Keluar dari mesjid kami berfoto dulu dengan background Granada di malam hari. Lalu naik mini bus ke pusat kota.

Mas Ihsan mengajak kami makan di restoran Maroko. Setelah makan, kami kembali ke hostel untuk beristirahat karena kami berencana pergi ke Alhambra sejak pagi sekali. Di hostel ini jaringan internet sedang gangguan jadi kami tidak punya akses wifi.

-BERSAMBUNG-