SPAIN TRIP: Codroba dan Madrid
Hari kelima, 21 Desember 2011. Cordoba, Mezquita bukti penyebaran Islam
Jam 7 pagi kami bangun, shalat subuh dan bersiap untuk check out. Kami masih bisa sarapan di hostel ini sebelum keluar. Setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan langsung ke terminal bis. Masih ingat laki2 netherland yang sekamar dengan kami? Ternyata dia juga akan check out pagi ini dan lanjut ke Cordoba juga dengan bis jam 9. Saya berharap bisa satu bis dengannya. Setelah membeli tiket bis, lalu masuk bis, benar saja saat hampir jam 9 kami melihat si pria Belanda masuk bis yang sama. Ahahaa.. Girang.. Tidak tahu sih kenapa. Hoho..
Jam 11 kami sampai di Cordoba, menitipkan tas di loker terminal, keluar dari terminal bis, dan menuju tourism information center. Kami meminta peta kota di sana, dan langsung mencari jalan menuju Mezquita/Katedral di pusat kota. Bangunan ini kini memang Gereja, yang dibuka sebagai situs wisata. Namun berdasarkan sejarah dulunya adalah Mesjid. Saat masuk petugas meminta kami sebagai muslim untuk menghormati fungsi katedral yang menjadi tempat ibadah orang katolik dan tidak shalat di dalam sini. Rasa merinding muncul, antara takjub dan sedih. Takjub karena bangunan ini begitu besar dan megah, sedih karena dulunya ini mesjid. Tapi bagaimanapun, jaman perang sudah lewat.. Sekarang tinggal benahin agama sndiri dulu buat saya. Hidup bertoleransi itu perlu..
Hari keenam, 22 Desember 2011. Madrid, kota terakhir dengan sisa tenaga dan bekal uang
Hari ini kami berencana untuk melakukan kunjungan ke beberapa tmpt wisata trkenal di madrid. Namun karna kondisi keuangan, kami hanya bisa ke tmpt yang bisa didatangi dgn jalan kaki dan masuk tnpa biaya tiket.. Perjalanan di Madrid ini tidak terlalu berkesan dibanding kota lainnya, tapi mungkin untuk pecinta sepak bola bisa melihat Santiago Bernabeu akan menjadi pengalaman berkesan.. :D
Malam terakhir di Spanyol kami sudah kehabisan uang.. ahahaa.. Kami menginap di bandara karena kami harus mengejar jadwal pesawat setengah tujuh pagi.. Pengalaman yang menarik (lagi) adalah kami nampak seperti pekerja yang akan dikirim ke negara lain.. Setiap orang yang lewat pasti memperhatikan kami. Tapi saya senang, susah sedih perjalanan ini menjadi pengalaman yang berharga yang bisa saya kenang dan ceritakan pada anak saya nanti. Saya harap cerita ini memberi kebaikan untuk saya dan untuk yang membaca. :D
Sekian cerita dari saya
